Model bisnis ternak ayam petelur 100 ekor saat ini semakin banyak digemari. Selain membutuhkan modal yang relatif kecil, keuntungan yang dijanjikan pun tidak bisa ditolak begitu saja. Hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan pasar akan pasokan telur yang terus meningkat. Beberapa perusahaan besar bahkan khusus menyediakan bibit ayam petelur untuk dibudidayakan oleh para peternak di sekitarnya. Nantinya, hasil telur tersebut akan dikirim kembali untuk mencukupi kebutuhan perusahaan tersebut. Nah, jika anda berminat pada bisnis ternak ayam petelur 100 ekor, berikut adalah perhitungan singkat soal modal dan potensi keuntungan yang akan dapatkan dari bisnis ini.
Perkiraan Modal
Berikut adalah rincian jumlah modal sesuai dengan kebutuhan awal untuk memulai bisnis ternak ayam ini.
Modal Awal
Pembuatan Kandang: Rp. 7.000.000
Bibit Ayam Petelur: Rp. 52.000/ekor X 100 ekor: Rp. 5.200.000
Total: Rp. 12.200.000
Pakan Harian
Pakan Konsentrat 3Kg: Rp.5.000/Kg X 3: Rp. 15.000
Pakan Beras Jagung 6Kg: Rp. 2.500/Kg X 6: Rp. 15.000
Pakan Bekatul 2Kg: Rp. 1.000/Kg X 2: Rp. 2.000
Total Pakan Per Hari: Rp. 32.000
Total Pakan hingga Bertelur: 30 hari X Rp. 32.000: Rp. 960.000
Total Seluruh Modal: Rp. 12.200.000 + Rp. 960.000: Rp. 13.160.000
Setelah menghitung perkiraan modal, berikutnya adalah potensi keuntungan yang bisa didapatkan dari bisnis ternak ayam petelur 100 ekor ini.
Potensi Keuntungan
Keuntungan Telur
Rata-rata telur yang dihasilkan 100 ekor ayam dalam sehari: 6Kg.
Harga per kilo: Rp. 14.000.
Keuntungan kotor setiap hari: 6Kg X Rp. 14.000: Rp. 84.000 per hari.
Keuntungan dikurangi modal harian: Rp. 84.000 – Rp. 32.000: Rp. 52.000 per hari.
Keuntungan bersih sebulan: Rp. 52.000 X 30: Rp. 1.560.000.
Keuntungan Lain
Kotoran Ayam: Rp.10.000 per kantong.
Ayam Afkir Pedaging: Rp. 35.000 per ekor
Untuk bisa mendapatkan target potensi keuntungan yang di inginkan, tentunya anda harus tahu apa saja tips sukses dalam menjalankan bisnis ini. berikut adalah tips singkat untuk sukses dalam bisnis ternak ayam petelur 100 ekor.
Baca Juga : Cara Beternak Ayam Petelur
Tips Menjalankan Usaha Ternak Ayam Petelur
Lokasi Ternak yang Tepat
Pemilihan lokasi yang tepat sangat berpengaruh terhadap kualitas dan tingkat produktivitas ayam petelur anda. Usahakan untuk memilih tempat yang yang relatif tenang supaya ayam petelur tidak mudah terkena stres. Pastikan juga lokasi kandang jauh dari pemukiman sehingga bisa terhindar dari pencemaran polusi udara.
Kebersihan Kandang
Selalu memperhatikan kebersihan kandang adalah faktor penting menjaga kesehatan ayam. Anda bisa membersihkan kandang secara berkala untuk menghindarkan ayam dari penyakit menular. Terlebih lagi jika kandang yang anda gunakan bersifat koloni atau bercampur. Maka kebersihan harus selalu diperhatikan.
Suplai Pakan yang Murah
Untuk semakin memperkuat potensi penghasilan anda, maka anda bisa mencari penyuplai pakan yang sekiranya ramah dengan modal yang anda miliki. anda bisa melakukan survey terlebih dahulu untuk memastikan distributor mana yang menawarkan harga paling bersaing.
Menentukan Target Pasar
Tips yang terakhir adalah menentukan target pasar anda. anda bisa mulai menyasar kalangan bawah terlebih dahulu untuk kali ini. Pastikan untuk memberikan harga yang bersaing supaya produk anda mudah di kenali di pasaran. Jika anda ingin merambah pasar atas seperti supermarket, maka lebih baik anda pelajar polanya terlebih dahulu sebelum memutuskan menjadi pemasok.
Referensi: ayamkita.com
Perkiraan Modal
Berikut adalah rincian jumlah modal sesuai dengan kebutuhan awal untuk memulai bisnis ternak ayam ini.
Modal Awal
Pembuatan Kandang: Rp. 7.000.000
Bibit Ayam Petelur: Rp. 52.000/ekor X 100 ekor: Rp. 5.200.000
Total: Rp. 12.200.000
Pakan Harian
Pakan Konsentrat 3Kg: Rp.5.000/Kg X 3: Rp. 15.000
Pakan Beras Jagung 6Kg: Rp. 2.500/Kg X 6: Rp. 15.000
Pakan Bekatul 2Kg: Rp. 1.000/Kg X 2: Rp. 2.000
Total Pakan Per Hari: Rp. 32.000
Total Pakan hingga Bertelur: 30 hari X Rp. 32.000: Rp. 960.000
Total Seluruh Modal: Rp. 12.200.000 + Rp. 960.000: Rp. 13.160.000
Setelah menghitung perkiraan modal, berikutnya adalah potensi keuntungan yang bisa didapatkan dari bisnis ternak ayam petelur 100 ekor ini.
Potensi Keuntungan
Keuntungan Telur
Rata-rata telur yang dihasilkan 100 ekor ayam dalam sehari: 6Kg.
Harga per kilo: Rp. 14.000.
Keuntungan kotor setiap hari: 6Kg X Rp. 14.000: Rp. 84.000 per hari.
Keuntungan dikurangi modal harian: Rp. 84.000 – Rp. 32.000: Rp. 52.000 per hari.
Keuntungan bersih sebulan: Rp. 52.000 X 30: Rp. 1.560.000.
Keuntungan Lain
Kotoran Ayam: Rp.10.000 per kantong.
Ayam Afkir Pedaging: Rp. 35.000 per ekor
Untuk bisa mendapatkan target potensi keuntungan yang di inginkan, tentunya anda harus tahu apa saja tips sukses dalam menjalankan bisnis ini. berikut adalah tips singkat untuk sukses dalam bisnis ternak ayam petelur 100 ekor.
Baca Juga : Cara Beternak Ayam Petelur
Tips Menjalankan Usaha Ternak Ayam Petelur
Lokasi Ternak yang Tepat
Pemilihan lokasi yang tepat sangat berpengaruh terhadap kualitas dan tingkat produktivitas ayam petelur anda. Usahakan untuk memilih tempat yang yang relatif tenang supaya ayam petelur tidak mudah terkena stres. Pastikan juga lokasi kandang jauh dari pemukiman sehingga bisa terhindar dari pencemaran polusi udara.
Kebersihan Kandang
Selalu memperhatikan kebersihan kandang adalah faktor penting menjaga kesehatan ayam. Anda bisa membersihkan kandang secara berkala untuk menghindarkan ayam dari penyakit menular. Terlebih lagi jika kandang yang anda gunakan bersifat koloni atau bercampur. Maka kebersihan harus selalu diperhatikan.
Suplai Pakan yang Murah
Untuk semakin memperkuat potensi penghasilan anda, maka anda bisa mencari penyuplai pakan yang sekiranya ramah dengan modal yang anda miliki. anda bisa melakukan survey terlebih dahulu untuk memastikan distributor mana yang menawarkan harga paling bersaing.
Menentukan Target Pasar
Tips yang terakhir adalah menentukan target pasar anda. anda bisa mulai menyasar kalangan bawah terlebih dahulu untuk kali ini. Pastikan untuk memberikan harga yang bersaing supaya produk anda mudah di kenali di pasaran. Jika anda ingin merambah pasar atas seperti supermarket, maka lebih baik anda pelajar polanya terlebih dahulu sebelum memutuskan menjadi pemasok.
Referensi: ayamkita.com

