-->

Peluang Bisnis Lele Beserta Cara memulai Bisnis




Keterbatasan lapangan pekerjaan menjadikan masalah utama yang dihadapi masyarakat Indonesia, tingginya jumlah pelamar tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Salah satu solusinya adalah dengan berwirausaha, dengan berwira usaha kita bisa membuat lapangan pekerjaan sendiri dan juga bisa untuk orang lain.
Maka dari itu kami mencoba melakukan usaha budidaya Lele. Budidaya ikan Lele menjadi pilihan kami karena usaha ini memiliki prospek yang menjanjikan apalagi di daerah Kebumen banyak tempat makan yang menyediakan menu serba ikan Lele.
Lele merupakan salah satu komoditas unggulan. Setiap segmen usaha ini sangat menguntungkan. Selain untuk konsumsi lokal, pasar lele telah mulai di ekspor dan permintaannya cukup besar. Dengan aneka kreasi masakan yang berbahan dasar lele, permintaan lele di Semarang semakin meningkat. Pembudidaya lele di Semarang sudah ada namun belum bisa memenuhi permintaan di Semarang dan sekitarnya.
Selain itu lele juga dapat digunakan sebagai ikan pajangan atau ikan hias karena ukuranya yang dapat mencapai ukuran sangat besar. Ikan lele yang juga dapat diramu dengan berbagai bahan obat lain untuk mengobati penyakit asma, menstruasi yang tidak teratu, mimisan, kencing darah, dll.

Tujuan dan Manfaat

Budidaya ikan lele mempunyai peluang yang cukup baik, permintaan konsumen yang stabil bahkan meningkat menjadi alasan utama bisnis ini sangat menjanjikan. Selain itu bisnis ini juga tidak memakan waktu, dan bisa menjadi sampingan. Oleh Karena itu beberapa pegawai bank, Guru, PNS banyak yang menjadikan usaha budidaya ikan lele ini sebagai usaha sampingan mereka.
Pemasaran untuk ikan lele sangatlah mudah, banyak pengepul dan penjual ikan lele di pasar yang merasa kekurangan stok.  Selain itu pemasaran ikan lele ini juga bisa dilakukan dengan cara bekerja sama dengan restoran atau rumah makan yang menyediakan menu olahan ikan lele.

              Adapun manfaat yang diperoleh dari budidaya ikan lele sebagai berikut:
a.                  Manfaat Intern
·   Membuka lapangan kerja sendiri, dengan berwirausaha kita belajar untuk mandiri sejak di bangku kuliah. Tidak menutup kemungkinan dari hasil budidaya ikan lele, membiayai kuliah dan membiayai hidup sendiri.
·   Budidaya ikan lele merupakan langkah awal kami untuk lebih menggeluti bisnis atau wirausaha.
b.                  Manfaat Ekstern
·   Membantu memenuhi kebutuhan masyarakat untuk ikan lele.
·   Member contoh kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong sebagai peluang berwirausaha.
·   Terciptanya jaringan kemitraan dengan masyarakat atau pihak lain.
·   Jika dapat berkembang dengan baik maka bisa memberi lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Kondisi Umum Masyarakat

Usaha budidaya lele ini belum ada yang mengembangkan secara maksimal. Ketersediaan air yang cukup melimpah dan cuaca yang bersuhu hangat sangatlah berpotensi dalam usaha budidaya lele. Dalam usaha budidaya lele tidaklah sulit untuk mendapatkan benih yang berkualitas. Benih bisa didapatkan dari daerah Kab. Semarang yang letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi budidaya yang akan dilakukan.
Ikan lele dalam kegiatan budidaya secara intensif, ikan lele didorong untuk tumbuh secara optimal sesuai permintan pasar. Lele merupakan komoditas yang dapat dipelihara dengan padat tebar tinggi dalam lahan terbatas (hemat lahan) di kawasan marginal dan hemat air. Untuk kolam ukuran 3x4 m lele dapat ditebar sebanyak 1300 ekor benih. Selama 3 bulan dapat diproduksi lele sebanyak 230kg

Persyaratan Lokasi

1.      Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos, berlumpur dan subur. Lahan yang dapat digunakan untuk budidaya lele dapat berupa: sawah, kecomberan, kolam pekarangan, kolamkebun, dan blumbang.
2.      Ikan lele hidup dengan baik di daerah dataran rendah sampai daerah yang tingginya maksimal 700 m dpl.
3.      Elevasi tanah dari permukaan sumber air dan kolam adalah 5-10%.
4.      Lokasi untuk pembuatan kolam harus berhubungan langsung atau dekat dengan sumber air dan tidak dekat dengan jalan raya.
5.      Lokasi untuk pembuatan kolam hendaknya di tempat yang teduh, tetapi tidak berada di bawah pohon yang daunnya mudah rontok.
6.      Ikan lele dapat hidup pada suhu 200 C, dengan suhu optimal antara 25-280 C. Sedangkan untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 26-300C  dan untuk pemijahan 24-280 C.
7.      Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya cukup, sekalipun kondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin zat O2.
8.      Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia, limbah industri, merkuri, atau mengandung kadar minyak atau bahan lainnya yang dapat mematikan ikan.
9.      Perairan yang banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan bahan makanan alami. Perairan tersebut bukan perairan yang rawan banjir.
10.  Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daundaunan hidup, seperti enceng gondok.
11.   Mempunyai pH 6,5–9; kesadahan (derajat butiran kasar) maksimal 100 ppm dan optimal 50 ppm; turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30–60 cm; kebutuhan O2 optimal pada range yang cukup lebar, dari 0,3 ppm untuk yang dewasa sampai jenuh untuk burayak; dan kandungan CO2 kurang dari 12,8 mg/liter, amonium terikat 147,29-157,56 mg/liter.
12.  Persyaratan untuk pemeliharaan ikan lele di keramba :
a.       Sungai atau saluran irigasi tidak curam, mudah dikunjungi/dikontrol.
b.      Dekat dengan rumah pemeliharaannya.
c.       Lebar sungai atau saluran irigasi antara 3-5 meter.
d.      Sungai atau saluran irigasi tidak berbatu-batu, sehingga keramba mudah dipasang.
e.       Kedalaman air 30-60 cm.

2.3  Lokasi Usaha

Lokasi usaha terletak di Desa Klegenrejo, kecamatan klirong, Kota Kebumen. Dengan memanfaatkan lahan kosong di samping rumah, bisa di buat kolam terpal. Di daerah Kebumen sendiri suhun udaranya cukup bagus untuk membudidayakan ikan lele. Dengan adanya potensi area seperti itu, maka pemilihan lokasi ini sangatlah tepat untuk dijadikan usaha budidaya ikan lele.

Strategi Pemasaran

Hasil budidaya lele ini tidak lepas dari penjualan atau pemasaran setelah panen. Pemasaran akan dilakukan beberapa metode yang tepat untuk menarik minat pembeli dari daerah Kebumen dan sekitarnya. Metode pemasaran sebagai berikut:
1.      Kerja sama dengan pengepul ikan lele
Sebelum merintis usaha budidaya lele, telah dilakukan kerja sama dengan pengepul. Pengepul ini yang nantinya akan membeli ikan lele yang sudah panen.
2.      Kerja sama dengan warung makan
Banyaknya warung makan yang menyediakan aneka masakan dari bahan lele bisa diajak kerja sama dalam pemasokan ikan lele segar untuk dijadikan bahan olahan masakan.

Harga  jual ikan lele
Pasar
16.000/kg
Restoran/warung makan
17.000/kg

METODE PELAKSANAAN

Persiapan Lahan

      Yang harus dilakukan pertama kali ialah menyiapkan lahan untuk dijadikan tempat pembuatan kolam lele dengan terpal. Lahan harus bersih dan rata. Lahan harus terhindar dari benda-benda tajam yang dapat merusak media terpal nantinya.

Pembuatan Kolam Dengan Terpal

Langkah-langkah dalam pembuatan kolam terpal :
1. Pesiapan kayu yang sudah dipotong-potong untuk dibentuk menjadi kerangka kolam ikan lele.
2. Sebelum kayu di bentuk kerangka kayu-kayu terlebih dulu untuk di olesi oli bekas atau tir, guna untuk agar kayu tidak di makan oleh rayap. Kayu-kayu di tancapkan ke dalam tanah membentuk seperti persegi/persegi panjang.
3. Membentuk kerangka seperti kotak dan dilengkapi dengan bambu untuk memperkuat kerangka kolam.
4. Pemasangan pipa pembuangan.
5. Setelah selesai, terpal di pasang dalam kerangka kolam bagian tepi tepinya di ikat.
6. Untuk bagian terpal yang dekat dengan bagian pipa pengeluaran, Di buat lubang dengan cara di tekan dan di potong menggunakan cutter. Pemasangan pipa pengaturan yang sudah kita buat sebelumnya dan di lem supaya tidak bocor.


  
Keunggulan

            Keunggulan mengguakan kolam sistem terpal adalah mudah merawat, serta menggunakan kayu sebagai kolamnya adalah bisa di pindah-pindah kolam serta bisa di bongkar pasang dan lebih kuat.


Pemeliharaan Pembesaran

1.       Pengolahan Kolam

a.       Sebelum benih ditebar, kolam diberi pupuk terlebih dahulu. Pemupukan bermaksud untuk menumbuhkan plankton hewani dan nabati yang menjadi makanan alami bagi benih lele.
b.      Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 500-700 gram/m2. Dapat pula ditambah urea 15 gram/m2, TSP 20 gram/m2, dan amonium nitrat 15 gram/m2. Selanjutnya dibiarkan selama 3 hari.
c.       Kolam diisi kembali dengan air segar. Mula-mula 30-50 cm dan dibiarkan selama satu minggu sampai warna air kolam berubah menjadi coklat atau kehijauan yang menunjukkan mulai banyak jasad-jasad renik yang tumbuh sebagai makanan alami lele.
d.      Secara bertahap ketinggian air ditambah, sebelum benih lele ditebar.

2.      Pemberian Pakan

a.       Makanan Alami Ikan Lele
·         Makanan alamiah yang berupa Zooplankton, larva, cacing-cacing, dan serangga air.
·         Makanan berupa fitoplankton adalah Gomphonema spp (gol. Diatome), Anabaena spp (gol. Cyanophyta), Navicula spp (gol. Diatome), ankistrodesmus spp (gol. Chlorophyta).
·         Ikan lele juga menyukai makanan busuk yang berprotein.
·         Ikan lele juga menyukai kotoran yang berasal dari kakus.
b.      Makanan Tambahan
·         Pemeliharaan di kecomberan dapat diberi makanan tambahan berupa sisa-sisa makanan keluarga, daun kubis, tulang ikan, tulang ayam yang dihancurkan, usus ayam, dan bangkai.
·         Campuran dedak dan ikan rucah (9:1) atau campuran bekatul, jagung, dan bekicot (2:1:1).
c.       Makanan Buatan (Pellet)
       Komposisi bahan (% berat): tepung ikan=27,00; bungkil kacang kedele=20,00; tepung terigu=10,50; bungkil kacang tanah=18,00; tepung kacang hijau=9,00; tepung darah=5,00; dedak=9,00; vitamin=1,00; mineral=0,500;


2.      Proses pembuatan:
Dengan cara menghaluskan bahan-bahan, dijadikan adonan seperti pasta, dicetak dan dikeringkan sampai kadar airnya kurang dari 10%. Penambahan lemak dapat diberikan dalam bentuk minyak yang dilumurkan pada pellet sebelum diberikan kepada lele. Lumuran minyak juga dapat memperlambat pellet tenggelam.
3.   Pellet (produksi pabrik)
Pemberian pellet produksi pabrik harus di sesuiakan dengan umur serta jumlah ikan yang ada di dalam kolam. Nutrisi yang terkandung di dalam pellet juga harus tercukupi.

d.      Cara pemberian pakan:
·         Pellet mulai dikenalkan pada ikan lele saat umur 6 minggu dan diberikan pada ikan  lele 10-15 menit sebelum pemberian makanan yang berbentuk tepung.
·         Pada minggu 7 dan seterusnya sudah dapat langsung diberi makanan yang berbentuk pellet.
·         Hindarkan pemberian pakan pada saat terik matahari, karena suhu tinggi dapat mengurangi nafsu makan lele.

3.      Pemberian Vaksinas

Cara-cara vaksinasi sebelum benih ditebarkan:
a.       Untuk mencegah penyakit karena bakteri, sebelum ditebarkan, lele yang berumur 2 minggu dimasukkan dulu ke dalam larutan formalin dengan dosis 200 ppm selama 10-15 menit. Setelah divaksinasi lele tersebut akan kebal selama 6 bulan.
b.      Pencegahan penyakit karena bakteri juga dapat dilakukan dengan menyutik dengan terramycin 1 cc untuk 1 kg induk.
c.       Pencegahan penyakit karena jamur dapat dilakukan dengan merendam lele dalam larutan Malachite Green Oxalate 2,5–3 ppm selama 30 menit.

4.      Pemeliharaan Kolam/Tambak

a.       Kolam diberi perlakuan pengapuran dengan dosis 25-200 gram/m2 untuk memberantas hama dan bibit penyakit.
b.       Kolam yang telah terjangkiti penyakit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 200 gram/m2 selama satu minggu. Tepung kapur (CaO) ditebarkan merata di dasar kolam, kemudian dibiarkan kering lebih lanjut sampai tanah dasar kolam retak-retak.

 Panen dan Penjualan

           Pemanenan di lakukan setiap 3 bulan sekali. Lele siap panen biasnya dalam 1 kg berisi sekitar 6-8 ikan lele. Lele yang masih belum memenuhi standar pasar akan di besarkan lagi sampai ukuranya mencapi standar pasar.

Sumber:






LihatTutupKomentar